Representasi Wanita Desa, Gejolak Asmara Kaum Muda dan Manipulasi Kehidupan di Dalam Lagu “Diana” karya Koes Plus

Saya tak mendapati tenarnya grup band koes plus dari lahir hingga kini. Hanya saja saya mendapati nyanyian tersebut diputar di radio kesayangan kakek nenek yang menjadi andalan saat itu di radio Prambos. Setiap minggu pagi saya mengikuti jadwal yang menugaskan seluruh siswa di Indonesia harus libur, pada saat itu lah nenek saya pagi-pagi memutar radio dan mendengarkannya, lagu yang sering terlintas di telingaku campursari, dangdut dan koes plus, namun koes plus lah yang saat itu lebih saya nikmati. Maka tak heran jika koes plus menjadi idola banyak kalangan pada zamannya. Hingga dijuluki band pertama yang mengenalkan genre pop, rock di negeri ini. Beberapa waktu lalu ada sebuah band indie Zerosix Park bisa dikatakan yang menarasemen ulang lagu dari koes plus berjudul Diana membuat saya memiliki rasa ingin tahu besar mengapa lirik-lirik dan musik yang dibawakan sangat merasuk dan jika dihayati menjadi indah dan nikmat sekali. Pada awalnya saya tidak tertarik, ketika melihat lirik-lirik yang diciptakan Tony Koeswoyo mata saya tertuju dari akhir larik per larik semacam keindahan yang nikmat dipandang, contoh di bait pertama

Di gunung tinggi kutemui

Gadis manis putri paman petani

Cantik, menarik, menawan hati

Diana namanya manja sekali

Keindahan yang diciptakan semacam pantun, namun jika pantun yang berakhiran ab ab ini tidak memenuhinya. Walaupun tak memenuhi kriteria pantun tapi jika tidak dilagukan seperti biasanya nikmat saja jika yang bisa menikmati, dan pemilihan diksinya pun terbilang bagus dan unik jika dibanding grup band sekarang yang sedang tenar-tenarnya.

Adakah alasan menciptakan lagu tanpa sebab? Yang pasti tidak ada, lagu diciptakan tanpa sebuah alasan, tanpa sebuah kemelut, tanpa sebuah imajinasi yang liar, tanpa sebuah perlawanan bahkan tanpa sebuah perasaan.

Sebelum memahami arti mendalam dari salah satu lagu koes plus baiknya mengetahui dahulu siapa dan apa peranan koes plus di dunia permusikan Indonesia (https://id.wikipedia.org/wiki/Koes_Plus). Setelah mengetahui koes plus apa yang terbesit di pikiran kalian, banyak bukan? Memang dunia permusikan di negeri ini tak dapat dilepaskan dari peranan koes plus.

Salah satu karyanya yang fenomenal “Diana” memiliki unsur-unsur yang perlu diketahui walaupun tidak mendalam. Di dalam lirik-liriknya menyimpan pelbagai rahasia masyarakat maupun perasaan sang pencipta lagu Tony Koeswoyo seperti yang dikatakan Bre Redana “Diana, Sulitnya Memilih Lagu Koes Plus” yang dimuat berita kompas (https://nasional.kompas.com/read/2010/06/07/18415638/diana.sulitnya.memilih.lagu.koes.plus), bahwa muatan lirik-liriknya sangatlah menakjubkan. Lirik lagu Diana

Di gunung tinggi kutemui

Gadis manis putri paman petani

Cantik, menarik, menawan hati

Diana namanya manja sekali

Waktu aku mengikat janji

Ku berikan cincin bermata jeli

Tapi apa yang kualami

Paman petani marah ku dibenci

Diana, Diana kekasihku

Bilang pada orang tuamu

Cincin permata yang jeli itu

Tanda kasih sayang untukmu

Mengapa wanita cantik itu ditemukai oleh lelaki di gunung? Alasannya karena tempat permainan sekumpulan wanita zaman dahulu karena di gunung yang menyajikan bunga-bunga indah, tumbuhan yang menyegarkan dan suasana yang jauh dari keriuhan. Paman petani yang disebutkan merujuk bahwa mata pencaharian masyarakat dahulu lebih banyak di pertanian, bagaimana tidak negeri yang seluas ini yang kaya dengan sumber daya alamnya didukung oleh kontur tanah yan cocok. Nama Diana yang diambil bisa jadi merujuk Lady Diana yang pada saat penciptaan lagu ini karena saat itu Lady Diana baru berumur 12 tahun kira-kira dari penciptaan lagu ini tahun 1973, karena indah sekali nama diana tatkala diucap.

Bait kedua memiliki keunikan jika dicermati, diberi cincin permata (jeli), yang dimaksud di sini jeli bercahaya atau jeli selai? Atau hanya sekedar mainan belaka. Maka wajar saja paman petani marah, entah itu maksud pertama maupun kedua. Imajinasi saya yang diceritakan dalam lirik ini merupakan perwujudan sepasang kekasih yang baru akan menginjak dewasa dan belum masanya untuk menjalin percintaan (menikah). Pelajaran berarti dari lirik di atas, jika mencintai wanita dan berkehendak untuk meminang gadis datangilah orang tuanya dan sampaikan kepada mereka. Asumsi saya seperti itu.

Bait ketiga memiliki sarat makna bahwa pemberian sebesar apapun, syukuri dan jagalah. Dan pada akhirnya wanita itu yang diamanatkan untuk menyampaikan perasaan lelaki itu ke orang tuanya.

Catatan: ini sekadar opini ataupun pandangan saya, jangan ditelan mentah-mentah. Jika memiliki pemikiran dan pandangan lain silakan tinggalkan komentar dan mari didiskusikan bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s